Sejarah Pertanian
Berbicara tentang sejarah, pasti yang ada dipikiran kita hanya penjajahan. Eitsss jangan salah, sejarah ternyata tidak hanya soal penjajahan lho.. sejarah dapat juga diartikan sebagai perkembangan. Yap, tepatnya pada artikel kali ini kita akan belajar tentang sejarah perkembangan pertanian dunia. Are you ready?
Sejarah Perkembangan Pertanian
Kapan sih manusia mulai mengenal pertanian?
1. Berburu dan Mengumpul / Hunting and Gathering
Arkeolog menunjukkan bahwa manusia telah mengolah tanah selama berjuta tahun. Ketika itu manusia berada dalam satu kumpulan kecil. Manusia saat itu, hanya menjalankan aktivitas pra-pertanian seperti, berburu, menangkap ikan, memungut tanaman, dan madu.
Pertanian pada masa ini masih bersifat primitif. Masyarakat yang hidup masih nomaden atau hidup berpindah-pindah. Teknologi yang digunakan pun masih sangat sederhana yang umumnya menggunakan perkakas yang terbuat dari tulang dan batu. Bahan-bahan metal sudah mulai digunakan seperti rumah, besi, tembaga, dan emas.
2. Revolusi Pertanian Pertama / Neolitic Revolution
Sejalan dengan perkembangan zaman dan semakin banyaknya jumlah manusia, perlahan manusia mulai membiakkan tumbuhan melalui proses pemilihan, mengerjakan hewan yang dulunya liar, sembari membentuk komunitas pertanian yang lebih besar. Banyak jenis tanaman yang berubah selama proses pemilihan dan penanaman sebelum tanaman tersebut dipindahkan ke tempat lain.
Masa ini disebut sebagai Revolusi Pertanian Pertama atau Neolithic Revolution. Terjadi lebih dari 12.000 tahun yang lalu dimana manusia mulai mengenal domestikasi pertanian yang berkaitan dengan bercocok tanam, pembiakan tanaman melalui proses pemilihan, penernakan untuk keperluan kelompok. Proses pertanian yang mereka lakukan berbentuk vegetative dan speed planting atau menanam secara vegetatif dan dengan biji. Dari sinilah dimulai perpindahan tanaman ke seluruh dunia.
Menurut White (2011) berikut beberapa lokasi di dunia dimana terjadi domestikasi pertanian
1. Kawasan Asia Tenggara merupakan tempat pertama kali terjadi domestikasi pertanian, seperti tanaman pangan, yamn, dan pisang. Lebih dari 14.000 tahun lalu.
2. Kawasan Asia Barat yang terdapat lembah Sungai Tigris yang merupakan kawasan pertanian yang berkembang sejak tahun 6.000 SM. Tanaman barley, kurma, lai, delima, bawang, dan kacang telah ditanam di kawasan ini. Tanaman apel juga ditemukan di sekeliling Laut Hitam dan Kaspia. Wilayah ini dikenal dengan istilah fertile crescent dan merupakan sejarah pertanian yang ternama di dunia.
3. MesoAmerica tempat dimulainya usaha budidaya jagung, kacang, jeruk/squash. Andes di Amerika Selatan dan timur laut Amerika Utara merupakan wilayah lain dimana praktik pertanian menetap dan dijalankan oleh penduduk.
4. Afrika tempat pertama kali tanaman sorgum, Miller, dan holtikultura seperti melon mulai dibudidayakan. Wilayahnya dimulai dari Lembah Sungai Nil, Ethiopia, dan Afrika Barat.
5. Dataran China terutama di sepanjang Sungai Huang Ho, yang merupakan tempat dimana peradaban pertanian dimulai melalui domestikasi tanaman dan hewan ternak.
3. Revolusi Pertanian Kedua / Second Agriculture Revolution
Pertumbuhan zaman selalu diiringi dengan pertumbuhan industri ekonomi dan mulai berkurangnya model perdesaan pada abad 16 dan 17 mendorong terjadinya urbanisasi kaum petani menuju kota, seperti yang terjadi di England dan Eropa Barat, untuk mencari pekerjaan lain di luar pertanian. Transportasi, irigasi, pemupukan, dan lainnya merupakan teknologi yang mulai dikenal masyarakat tani di perdesaan sebagai usaha untuk meningkatkan kebutuhan pangan di perkotaan.
Pertanian yang awalnya hanya dilaksanakan untuk keperluan domestik, pada saat ini mulai menjadi bisnis yang menjanjikan terkait dengan peningkatan kebutuhan pangan di perkotaan. Masa ini disebut Revolusi Pertanian Kedua.
4. Revolusi Pertanian Ketiga / Green Revolution
Semakin bertambahnya jumlah penduduk perkotaan dan mulai berkembangnya industri di kota dan desa menyebabkan produksi pertanian global meningkat drastis dibandingkan dengan jumlah penduduk. Inovasi teknologi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk pertanian dimulai saat penggunaan bibit unggul, pupuk, pestisida, herbisida, fungisida, dan bahan kimia lain semakin intensif digunakan. Dampak dari ini adalah
Terjadinya peningkatan produk pertanian, Ditemukannya banyak varietas baru dan teknik menurunkan kegagalan panen,
Ditemukannya cara mengatasi permasalahan kerawanan pangan sebagai dampak dari teknologi ini.
Masa ini disebut Green Revolution. Yang pertama kali digunakan pada tahun 1968 oleh salah satu direktur USAID, William Haus, berkaitan dengan teknologi baru di dunia pertanian. Mekanisasi pertanian, pemanfaatan pupuk, pestisida, dan fungisida berbasis kimia semakin banyak digunakan pada masa ini untuk meningkatkan produksi pertanian.
5. Pertanian Berkelanjutan / Evergreen Revolution
Sejalan dengan menurunnya kualitas lingkungan sebagai dampak dari revolusi hijau, manusia mulai berpikir bagaimana pola pertanian yang lebih berwawasan lingkungan sehingga dapat mencapai pertanian yang berkelanjutan (sustainable agriculture development). Masa pertanian yang terjadi pada abad sekarang ini disebut Evergreen Revolution yang sudah dilakukan secara luas oleh negara-negara maju, dimana penggunaan bahan kimia sudah mulai dikurangi dan metodenya kembali ke alam.
Prinsip dasar dari revolusi ini adalah terjadinya keeratan sistem dan keragaman sistem dengan tujuan untuk mencapai produk pertanian yang menguntungkan baik secara ekonomi dan ekologi , secara sosial dapat diterima dan berkeadilan serta secara budaya sesuai dengan kondisi setempat, serta menggunakan pendekatan yang holistik dengan budaya setempat. Beberapa negara yang sudah menerapkan sistem ini adalah Jepang, Belanda, dan Taiwan.
Referensi
IASA 1990. Planting The Future: A Source Gudie to Sustainable. Agriculture in The Third Word. Minneapolis
White, J.P. 2003. Early Agriculture and Plant Domestication. Current Anthropology. University of Chicago.
By Ferdy A.I
Komentar
Posting Komentar